Judul:  Tahrir al-qawaid al-mutaaliqah bi ahkam ziyarah al-qubur wa al-Masyahid wa yalihi hukmu as-Shalah fi al-Maqbarah li ghairi  qasd at-Ta’dhim (تحرير القواعد المتعلقة بأحكام زيارة القبور والمشاهد ويليه حكم الصلاة في المقبرة لغير قصد التعظيم)

Pengarang: Ahmad bin Muhammad bin as-Sadiq an-Najar, Penerbit:  Maktabah Daar an-Nasihah, Cetakan:  Pertama 2010 M/1431 H, Jumlah halaman: 172 hal. , Ukuran buku: 16x 23.5  cm, Jilid: 1 Jilid, No Klasifikasi: 214, Rak: 37. No: 60

Tahrir al-qawaid al mutaaliqah bi ahkam

Di antara fitnah terbesar yang diperingatkan Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah fitnah “selalu bergantung” pada kuburan dan mayitnya. Orang-orang zaman ini banyak terjatuh dalam fitnah ini, dan hal ini menyerupai dengan fitnah umat zaman dahulu, yaitu kaum nabi Nuh alaihissalam dan umat setelahnya, dimana fitnah yang menimpa mereka adalah patung-patung yang dibentuk “untuk mengenang jasa” orang-orang shalih yang telah meninggal.  Dan ini disebutkan dalam al-Qur’an:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (QS Nuh: 23)

Dan semua fitnah di atas menjadikan patung dan kuburan di sembah selain Allah. Dari sini jelaslah, bahwa penyebab terbesar kesyirikan terjadi di masa lampau dan sekarang adalah berlebih-lebihan dalam memperlakukan orang-orang shalih, yang mengantarkan manusia kepada berlebih-lebihan dalam pengagungan terhadap kuburan dan patung mereka….(Penulis)

Daftar Isi kitab:

المقدمة، خطبة البحث، المبحث الأول، قاعدة: زيارة قبر الميت المؤمن بمنزلة الصلاة عليه إذا مات، معنى القاعدة، الأدلة على تقرير قاعدة: زيارة قبر الميت المؤمن بمنزلة الصلاة عليه إذا مات، ومن فروع هذه القاعدة: قاعدة “تحية السلام مشروعة لنا عند اللقاء في  المحيا والممات”، ومن فروع هذه القاعدة: قاعدة زيارة القبور مستحبة للدعاء للموتى مع تذكر الآخرة إلخ

***