Judul: Syarhu as sunnah  (شرح السنة  )

Pengarang: ٍAbu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Khalaf al-Barbahari (Wafat th 329 H),  Tahqiq: Khalid bin Qasim ar-Radadi, Penerbit: Daar ash-Shami’i,  Cetakan: Tujuh, 2007 M/1428 H, Jumlah halaman: 157 hal., Ukuran buku: 17 x 24 cm,Jilid: 1 Jilid, No Klasifikasi: 214 , Rak: 38, No: 29

syarhu as sunnah

Di antara nikmat Allah atas hamba-Nya adalah Dia menyempurnakan bagi mereka agama Islam ini, Dia berfirman yang artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian” QS al-Maidah:3

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak diwafatkan Allah hingga beliau meninggalkan bagi kita agama ini sangat jelas terang benderang, malamnya seperti siangnya, barangsiapa menyimpang dari jalan yang terang ini maka dia pasti binasa.

Umat Islam yang dirahmati ini, di awal masanya dikumpulkan Allah di atas petunjuk, Allah mempersatukan hati mereka, dan Dia menjaga mereka dari kesesatan.

Mereka (generasi awal umat Islam/salafus shalih) istiqamah dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Saat itu tidak mereka kenal suatu ajaran melainkan mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan menghormati beliau, dan juga mengikuti kitab suci yang diturunkan pada beliau, “menyerah” kepada kebenaran saat datang pada mereka.

Demikian pula manusia-manusia shalih setelah para sahabat Nabi, mereka (dari kalangan tabi’in dan tabi’ut tabi’in) berjalan mengikuti jejak pendahulu mereka. Semoga keridhaan Allah menyertai mereka.

Kemudian setelah itu muncul generasi “yang tidak puas” dengan wahyu Allah dan syariat-Nya, dan berpendapat harus ada tambahan atau penghapusan. Mereka pergunakan akal untuk menentang wahyu yang terpelihara dari kesalahan, mereka pecah belah agama dan umat, hingga terjadilah sesuatu yang dikhawatirkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu adanya “para pemimpin umat yang menyesatkan”.

Terjadilah perselisihan, dan hal ini semakin membesar, maka sebagian besar umat berpaling dari kitabullah …

Dan “pengikut hawa nafsu” senantiasa “memberikan kesesatan” pada umat Islam, hingga kebatilan mereka “dapat masuk dan menyerap” dengan berbagai cara. Akan tetapi…Allah telah mempersiapkan bagi umat Islam para ulama agama, yang ikhlas memperjuangkan agama, yang melenyapkan “kedustaan para pendusta” dan “kebatilan para pembuat kebatilan” dan “takwilan salah dari para pentakwil”.

Di antara ulama terkemuka di akhir abad 3 hijriyah dan awal 4 hijriyah adalah al-Imam Abu Muhammad al-Hasan bin Ali al-Barbahari (wafat 329 H). Beliau adalah ulama pembela sunnah dan akidah ahlussunnah wal jama’ah. Beliau terangkan kebatilan ahlul bid’ah dan menyingkapkan hal-hal yang mereka sembunyikan.

Kitab karya beliau ini yaitu “syarhu as sunnah”, di antara karya terbesar dalam manhaj salaf dan akidah ahlussunnah wal jama’ah yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah Nabi…

Daftar Isi:

مقدمة محقق، قسم الدراسة، التعريف بالمؤلف، اسمه ونسبه وكنيته، موطنه ونشأته، شيوخه وطلبه للعلم، مكانته العلمية وثناء العلماء عليه، زهده وورعه، موقفه من أهل البدع، تلاميذه، نتف من أقواله، مصنفاته، مخنته ووفاته، مصادر ترجمته، تنبيهان هامان، التعريف بالكتاب، اسم الكتاب، موضوع الكتاب وتحليل محتوياته، سبب تأليف الكتاب، قيمة الكتاب بين كتب العقيدة السلفية، توثيق نسبة الكتاب إلى المؤلف، المآخذ على الكتاب، النسخ المعتمدة في تحقيق الكتاب، عملي في خدمة  الكتاب، بعض الصور من المخطوط والمطبوع ضمن طبقات الحنابلة للكتاب، إلخ