Cari

Perpustakaan STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

"Demi pena, dan apa yang mereka tulis" (QS al-Qalam)

Tanggal

29 Desember 2015

Syarhu Nawaqid at-Tauhid (شرح نواقض التوحيد )

Judul: Syarhu Nawaqid at-Tauhid  ( شرح نواقض التوحيد )

Pengarang: ٍAbu Usamah Hasan bin Ali al-Awaji ,  Penerbit: maktabah Liinah,  Cetakan: Pertama, 1993 M/1413 H, Jumlah halaman: 141 hal., Ukuran buku: 17 x 24 cm,Jilid: 1 Jilid, No Klasifikasi:214 , Rak: 38, No: 27

syarhu nawaqid at tauhid

Di antara hal yang menambah penjelasan tauhid adalah penjelasan tentang hal-hal kebalikan dari tauhid. Dan jika kita mengamati keadaan nyata kaum muslimin hari ini kita akan dapati bahwa pembatal2 tauhid atau pembatal2 kesempurnaannya terjadi pada diri kaum muslimin.

Dari sinilah kita mengetahui kelemahan kaum muslimin, dan penguasaan musuh-musuh atas kaum muslimin, disebabkan tidak mengamalkan tauhid secara penuh. Disebabkan mengikuti hawa nafsu dan “menyembahnya”, maka terjadilah perselisihan di antara mereka dan perpecahan.

Dan tipu daya syaitan yang terbesar adalah “dalam masalah tauhid”, jika syaitan berhasil menjadikan salah seorang manusia “berbuat syirik” maka tercapailah apa yang dikehendakinya. Oleh karena itu permusuhan antara para rasul dan kaumnya “berkisar” dalam permasalahan tauhid.

Daftar Isi:

المقدمة، التمهيد، تعريف التوحيد في اللغة، تعريف التوحيد في الشرع، تعريف النواقض في اللغة، المراد بالنواقض هنا، استعمال النقص بدل الجحود، النواقض التي قمت بشرحها، شرح  الناقض الأول: الشرك في عبادة الله تعالى، تعريف الشرك لغة، تعريف الشرك في الشرع، حكم الشرك، اطلاقات الشرك، إلخ

Judul: Syarhu al-Qairawaniyah al-Muyasar Mukaddimah al-Kairawani al-Musamma bi malik ash-Shagir ( شرح القيروانية الميسر مقدمة القيراواني المسمى بمالك الصغير )

Judul: Syarhu al-Qairawaniyah al-Muyasar Mukaddimah al-Kairawani al-Musamma bi malik ash-Shagir ( شرح القيروانية الميسر مقدمة القيراواني المسمى بمالك الصغير  )

Pengarang: ٍMuhammad bin Abdurrahman al-Khamis ,  Penerbit: Daar al-Wathan,  Cetakan: Pertama, 1993 M/1414 H, Jumlah halaman: 86 hal., Ukuran buku: 17 x 24 cm,Jilid: 1 Jilid, No Klasifikasi:214 , Rak: 38, No: 26

syarhu al qairawaniyah

Ini adalah kitab kedua dari rangkaian (silsilah) “Akidah Ahlus Sunnah wal jama’ah”,  kitab pertama menjelaskan akidah ahlussunnah berdasarkan madzhab al-Imam  Abu Hanifah dan dua orang sahabatnya karya ath-Thohawi, adapun kitab kedua ini menjelaskan akidah ahlussunnah berdasarkan mazhab al-Imam Malik bin Anas karya Abu Zaid al-Qairawani. Yang demikian ini agar para pengikut empat imam madzhab mengetahui bagaimana akidah para imam tersebut. Agar para pengikut para imam madzhab meneladani dan mengikuti akidah para imam tersebut sebagaimana mereka mengikuti para imam dalam masalah furu’ (fikih).

Karena yang terjadi dan dapat kita saksikan, banyak dari kalangan mereka “hanya mengikuti (pendapat) para imam” dalam masalah furu’, adapun dalam masalah akidah mereka tidak mengikuti.

Padahal para imam madzhab ” bersepakat/bersatu” dalam permasalahan akidah (masalah ushul). Di antara dalil bersepakatnya para imam tersebut dalam permasalahan akidah (ushuluddin) bahwa akidah yang dijelaskan dalam kitab ini adalah akidah yang ditetapkan ath-Thahawi dari  Abu Hanifah dan dua orang sahabatnya. Hanya berbeda dalam “penamaan iman” saja, Abu Hanifah menyelisihi 3 imam madzhab lainnya dalam penamaan imam, adapun yang hak adalah yang ditetapkan oleh tiga imam lainnya. Ibnu Abi al-Izzi berkata: “Sesungguhnya perselisihannya hanyalah perselisihan lafad/penyebutan saja.

Dan pengaran matan/teks buku ini adalah al-Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abi Zaid an-Naqrawi al-Qairawani, lahir tahun 310 H, seorang Syaikh madzhab Maliki di Maroko. Beliau memiliki ilmu yang sangat luas, dan banyak manusia mendapatkan manfaat dari beliau, hingga beliau mendapat julukan (Malik ash-Shagir/Imam Malik kecil).

Karya beliau amat banyak. Akidah beliau adalah akidah salaf, demikian pula dalam akhlak beliau. Pada tahun 386 H, beliau meninggal dunia dan dikuburkan di “al-Qairawan”.

Daftar Isi:

المقدمة، الفقرة الأولى: ما تنطق به الألسنة وتعتقده الأفئدة، الفقرة الثانية: ليس لأوليته ابتداء، ولأخريته انقضاء، الفقرة الثالثة: العالم الخبير، المدبر القدير، الفقرة الرابعة: وله  الأسماء الحسنى والصفات العلى، الفقرة الخامسة: وأن القرآن كلام الله على الحقيقة، والإيمان بالقدر خيره وشره، إلىخ

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑