Judul: Syarhu Ushul I’tiqad Ahlisuunah wal jama’ah  ( شرح أصول اعتقاد أهل السنة والجماعة من الكتاب والسنة وإجماع الصحابة والتابعين من بعدهم )

Pengarang: ٍAbu al-Qasim Hibatullah bin al-Hasan bin Mansur ath-Thabari al-Laalikai (wafat 418), Tahqiq: Ahmad Sa’ad Hamdan Penerbit: Daar Thayyibah – Riyadh,  Cetakan: Kedelapan, 2003 M/1424 H, Jumlah halaman: 865 hal., Ukuran buku: 17 x 24 cm, Jilid: 2 Jilid, No Klasifikasi:214, Rak: 38, No: 14-15

DSC00664

Sesungguhnya menghidupkan kembali “karya-karya lama dari para ulama” yang berisikan ajaran-ajaran akidah Islam yang shahih adalah sesuatu yang harus dilakukan di masa kita ini. Di masa “kebangkitan dakwah salafiyah” muncul di berbagai negeri.

Dan kita meyakini bahwa “manhaj ahlus sunnah wal jamaah” dalam memahami akidah Islam adalah manhaj shahih yang wajib “dipersembahkan” kepada umat Islam, agar umat Islam benar-benar menjadi “Umat Muslimah/Umat yang tunduk pada Allah” yang berhak  mendapatkan pertolongan dan keridhaan Allah.

Manhaj/metodologi shahih yang dipahami salafus shalih berisikan:

  1. Mengikuti kitabullah dan sunnah Rasul dalam segala permasalahan akidah, tidak membantahnya dan tidak mentakwilnya.
  2. Berpegang teguh pada pemahaman dan ajaran para sahabat Nabi.
  3. Tidak mendalam-dalam hal ghaib dalam permasalahan akidah.
  4. Berusaha sungguh-sungguh dalam persatuan kaum muslimin.

Al-Imam Abu al-Qashim al-Laalikai pengarang kitab ini “syarhu Ushul itiqad Ahli sunnah wal jama’ah” adalah salah satu ulama yang Allah menjaga akidah mereka, dimana kitab karya beliau ini berisikan banyak ucapan-ucapan salaf dalam masalah akidah.